Get Adobe Flash player

Memuat

Liputan Haul Mbah Zubair Dahlan

 

Haul Syaikh Zubair Dahlan dan KH Ma’ruf Zubair

Hujan Air Mata Kerinduan di Penghujung Acara

Simpek – sore itu langit terlihat berseri-seri tanpa ada sedikitpun kabut yang menghalangi pandangan mata untuk menikmati keindahannya. Kebiruan yang dibayang-bayangi sorotan kuning matahari, khas sekali di sore hari. Diiringi semilir angin laut yang hilir mudik berganti. Menggugah niat masyarakat untuk turut hadir dalam serangkaian acara “Khataman Al-Qur’an dan Tahlil Umum” di Makam Muslimin Simpek, Karangmangu, Sarang, Rembang.

Ya. Acara yang diselenggarakan setiap tanggal 15 Ramadlan itu memang selalu menarik animo masyarakat sekitar, santri-santri pensatren sarang, serta para alumni untuk turut hadir. Bukan tidak mungkin, mengingat ke’aliman serta dedikasi pengabdian beliau semasa hidupnya pada para santri dan juga masyarakat. Adalah Syaikh Zubair Dahlan yang merupakan pengasuh PP MUS. Selain daripada itu, juga memperingati haul KH Ma’ruf Zubair, yang telah berpulang ke rahmatullah 2 tahun silam. Taghommadahumalloohu bi rohmatihi fiddaaroini, amien.

Tidak seperti peringatan haul di tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengunjung yang memenuhi maqbaroh Simpek pada tahun ini sungguh luar biasa. Diperkirakan mencapai 3 ribu kepala. Hal itu diakui oleh banyak santri-santri senior yang sudah bertahun bahkan berpuluh tahun muqim di sarang.

Turut hadir, seluruh dzurriyyah mbah Zubair –sapaan akrab Syaikh Zubair Dahlan- dan KH Ma’ruf Zubair, termasuk diantaranya KH Maimoen Zubair. Matta’analloohu bi thuuli hayaatihim wa rozaqohumul ‘afiyah, amien. Hadir pula, habib Abu Bakar as-segaf dari Tuban, yang menyempatkan dan meluangkan waktunya untuk memberikan penghormatan kepada sang legendaris Sarang itu.

Di PP MUS sendiri, sejak terbit fajar pertengahan bulan Ramadlan itu, telah diselenggarakan khataman al-Qur’an yang diikuti seluruh santri ‘Balagh Ramadlan’. Lebih dari 500 santri dengan khusyu’ membaca ayat demi ayat wahyu ilahi, yang dikoordinir pengurus pondok. Sedangkan kang-kang dan mbak-mbak ndalem sibuk mempersiapkan hidangan yang akan disuguhkan pada para tamu dan seluruh santri untuk berbuka puasa. Mulai dari Nasi, lauk dan makanan ringan sebagai pelengkap berbuka puasa.

Selesai khataman, para santri melanjutkan kegiatannya masing-masing, baik yang tadrrus maupun mengikuti pengajian pada masyayikh, dan atau lain sebagainya.

Puncak serangkaian acara haul kali ini adalah ‘Tahlil Umum’ di sarean beliau yang terletak di ‘kuburan simpek’ karangmangu Sarang. Bersebelahan dengan putra beliau sendiri, KH Ma’ruf Zubair, yang telah menyusulnya pada tanggal 7 Ramadlan 1430 silam.

Tepat pukul 16.30 acara dimulai dengan membaca surat Yasin yang dipimpin oleh KH A Ainul Yaqin. Dilanjutkan dengan Tahlil beserta doa yang dipimpin habib Abu Bakar as-segaf dari Tuban. Sekedar langkah tabarruk doa ditambah lagi oleh hadlrotusy syaikh Maimoen Zubair. Puncaknya ketika beliau memimpin doa, banyak air mata suci yang berceceran memendam kerinduan serta kekaguman pada sosok kyai, pembimbing, serta ayahandanya sendiri. Para hadirin yang memadati area pemakaman itu pun tersentak dan trenyuh, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata dengan suasana sore hari itu.

Peringatan haul ini memang sengaja digelar setiap tahun, agar para santri yang notabene sebagai generasi penerus dapat meniru dan meneladani sosok mbah Zubair. Kearifan beliau dengan wacana lokal maupun interlokal sangat peka. Terlebih yang kaitannya dengan hukum-hukum syar’i, beliau sangat tegas dan tidak memandang siapapun yang akan dihadapinya. Selama hal itu masih mendapat lisensi legal, beliau tidak akan gentar dan mundur walau satu langkah pun. Sebuah keadaan yang sangat berbeda dengan niat dan mental kebanyakan santri saat ini. Semoga dengan peringatan haul yang digelar setiap tahunnya akan segera muncul sosok mbah Zubair baru yang siap mengayomi masyarakat dunia dan akhirat, amien. (f41q/ppmus)

Terbaru

Halaman Populer